Kita…Beda


Kita selalu berbeda dalam mengartikan monolog kopi hitam dan sayatan lembut melody blues. Aku..kamu..saling silang berseberangan di ujung jalan masing-masing. Tegak dengan pongah yang tak lagi mungkin ter-elak, membentangkan jurang ego yang menganga hitam dan dingin. Perbincangan terakhir telah lunas di perjamuan seremonial yang beku dan kaku. Sebisanya… dua pasang mata kita saling hindar untuk bertemu, dan melemparnya (more…)

Advertisements

May 13, 2014 at 9:17 pm Leave a comment

Monolog Pagi 1


Kita memaksa pagi dengan harapan-harapan untuk segera beranjak menuju titik kebahagiaan yang kita idamkan. Sesekali kita maki hari-hari yang lambat menuruti hasrat pertemuan dan rencana-rencana kesuksesan. Hingga pada suatu pagi kita terjaga, menyadari diri yang melewatkan proses, menasbih sesal atas waktu-waktu yang lekas dan manis perih kenangan yang lepas.

March 4, 2014 at 12:07 pm Leave a comment

Dalam Hujan


Aku selalu ingin mengabadikan hujan, seperti juga saat saat seperti ini..
Karena disana, dalam deru deras yang menghujam, aku dan kamu pernah menggambar cerita dengan tetesnya. Tentu saja, rintik dan genangannya telah hilang dan menguap selekas hujan mereda, tapi.. tidak dengan kenangan tentangmu.
Dan… Aku suka itu..

December 11, 2013 at 9:40 pm Leave a comment

IBU


Seakan baru kemarin pagi ibu masih membetulkan dasi merahku

Dan..

Saat pagi ini aku terjaga, ternyata waktu berlalu begitu lekas.

Ku dapati ibu dengan tubuh yang semakin renta, menyiapkan segelas kopi dan sarapan untuk ku, dengan ketulusan yang tidak pernah berkurang.

Apa yg telah dapat kau banggakan dari putramu, ibu?..

Dengan apa aku bisa, ibu…

December 11, 2013 at 9:23 pm Leave a comment

Older Posts Newer Posts


Categories

  • Friends

  • Feeds