Waktu

February 27, 2015 at 7:56 am 2 comments


Betapa konsistennya sang waktu, hingga ia, tak pernah memberi jeda dalam setiap catatan perjalanan menuju satu tujuan pasti, MATI. Hingga, pada setiap pagi, kita terjaga, menyadari hari telah berganti. Dan sang waktu yang bergegas, tak lupa menyisipkan kenangan-kenangan, kesuksesan, juga luka yang mendalam. Bahkan mungkin cangkir-cangkir kopi kemarin belum usai kita bersihkan dan masih teronggok di pencucian. Mungkin persoalan kemarin belum lagi kita selesaikan, sedangkan polemik yang baru perlahan bermunculan. Rencana-rencana kemarin belum terrealisasikan, tanggung jawab yang belum sempat kita tuntaskan, sedangkan jarum jam telah lewat dua puluh menit dari pukul enam. Apakah luka kemarin telah selesai kita sembuhkan, atau menunggu dikebumikan?

Ah..Kita akan selalu mencoba mendahului waktu, sampai kita tak akan lagi punya waktu untuk di lewati…

pagi

Advertisements

Entry filed under: Poem.

Kita…Beda Nafas Nafsu

2 Comments Add your own

  • 1. bintang bieru  |  March 2, 2015 at 5:27 pm

    bgus

    Reply
  • 2. cyberkoma  |  March 2, 2015 at 8:57 pm

    Terimakasih

    Reply

Leave a Reply to cyberkoma Cancel reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

February 2015
M T W T F S S
« May   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Most Recent Posts


%d bloggers like this: