Waktu

February 27, 2015

Betapa konsistennya sang waktu, hingga ia, tak pernah memberi jeda dalam setiap catatan perjalanan menuju satu tujuan pasti, MATI. Hingga, pada setiap pagi, kita terjaga, menyadari hari telah berganti. Dan sang waktu yang bergegas, tak lupa menyisipkan kenangan-kenangan, kesuksesan, juga luka yang mendalam. Bahkan mungkin cangkir-cangkir kopi kemarin belum usai kita bersihkan dan masih teronggok di pencucian. Mungkin persoalan kemarin belum lagi kita selesaikan, sedangkan polemik yang baru perlahan bermunculan. Rencana-rencana kemarin belum terrealisasikan, tanggung jawab yang belum sempat kita tuntaskan, sedangkan jarum jam telah lewat dua puluh menit dari pukul enam. Apakah luka kemarin telah selesai kita sembuhkan, atau menunggu dikebumikan?

Ah..Kita akan selalu mencoba mendahului waktu, sampai kita tak akan lagi punya waktu untuk di lewati…

pagi

Advertisements