Monolog Pagi 1


Kita memaksa pagi dengan harapan-harapan untuk segera beranjak menuju titik kebahagiaan yang kita idamkan. Sesekali kita maki hari-hari yang lambat menuruti hasrat pertemuan dan rencana-rencana kesuksesan. Hingga pada suatu pagi kita terjaga, menyadari diri yang melewatkan proses, menasbih sesal atas waktu-waktu yang lekas dan manis perih kenangan yang lepas.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: