Monolog Pagi 1

March 4, 2014

Kita memaksa pagi dengan harapan-harapan untuk segera beranjak menuju titik kebahagiaan yang kita idamkan. Sesekali kita maki hari-hari yang lambat menuruti hasrat pertemuan dan rencana-rencana kesuksesan. Hingga pada suatu pagi kita terjaga, menyadari diri yang melewatkan proses, menasbih sesal atas waktu-waktu yang lekas dan manis perih kenangan yang lepas.