Kau

July 12, 2010

Dan…
hambar tawa semakin membatu
amis pekat mengucurkan darah
Kau….
yang tak lagi bisa bermimpi..
lukisan tawa kecil sang bocah
perih mu beku
menjadi timbunan gugusan kematian
cintamu tak cukup panas
hingga asamu menggigil
antara semangat yang lumpuh
dan jiwa yang terpojok
di sudut suram sesal
koma….
broken

Advertisements