Warna Jalanmu


Sepertinya semua akan segera berakhir
Tak akan kutemui lagi tulisan-tulisanmu
Bimbangmu… juga monolog keputus-asaan mu..
bahkan tajam kilau bening dari sudut matamu
Syukurku pada Gusti ku yang nomor Wahid..
Tapi…
Tidak dengan takdirku..
Meski.. Kau masih saja tak beranjak
Bahkan semakin dekat
Mengelilingi ku dengan tarian-tarian erotis
Memabukkan semua warna kehidupan disekelilingku
menjejali mereka dengan doktrin-doktrin
bahkan steatment-steatment naïf
menghipnotis mereka
menancapkan jeruji-jeruji anggapan buta
di semua jalan setapak yang ku lewati
Bedebah….


Kau bermanuver dengan cantik
Warna mu begitu tulus dan putih
Hingga semua bersorak salud atas kecerdikan
Yang di anggap sebagai keajaiban
Jasadku semakin terpojok, meski jiwaku berusaha membumbung
Sayang…
Sepertinya ada satu hal yang harus kau mengerti..
Sesungguhnya.. kau hanya sedang membuang waktu
Menguras keringat dan semangat
untuk memenjara ego dan rasio atau jiwaku
kau tak akan pernah menjadi pemenang
dengan permainan dan maneuver mu
karena sesungguhnya….
Kau sedang bermain dan bertempur sendiri..

labil

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: